Tasyri' Syi'ah dan Khawarij


Tasyri’ Syiah dan Khawarij

  • 1. http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Presented on Wednesday, June 28, 2011 Presentasi Ke-5 Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Membahas sejarah singkat munculnya aliran-aliran fiqh dalam sejarah Islam, prinsip dan doktrin yang dianut, point-point penting pemikiran tasyri’ dan analisanya PEMIKIRAN SEKTE SYI’AH K HAWARIJ, AHLUSSUNNAH
  • 2. PROLOG Tasyri’ pasca Khulafaurrasyidin mulai memasuki fase tadwin (kodifikasi). Periode ini dimulai ketika para khalifah Bani Umayyah memegang kendali pemerintahan setelah terbunuhnya Imam Ali bin Abi Thalib tahun 41 H. dan berakhir pada tahun 132 H. Saat itu mulai terjadi pergeseran tata kelola pemerintahan dari sistem syura/demokrasi ke bentuk monarkhi (kerajaan). Periode ini juga menandai era Tabi’in, yaitu setiap muslim yang belum sempat melihat Nabi Saw namun ia sempat melihat dan bertemu dengan sahabat, baik ia meriwayatkan atau tidak darinya.
  • 3. Mereka yang kecewa dengan adanya tahkim (arbitrase/ perdamaian) . Lalu mereka mengkafirkan Ali dan Mu’awiyah, dan mayoritas mereka berpendapat wajib melantik seorang khalifah taat agama, adil mutlak, tegas dan keras, tidak harus dari suku Quraisy atau keturunan Arab. Orang-orang yang sangat fanatik dengan Ali bin Abi Thalib. Mereka menganggap khilafah hanya untuk Ali dan keturunannya, sehingga urusan khilafah menurut mereka sama dengan warisan dari Nabi Saw dan bukan dengan cara bai’at. 1 2 3 SYI’AH, KHAWARIJ & AHLUSSUNAH Kaum moderat yang memiliki sifat adil dan tidak radikal. Mereka berpendapat bahwa khalifah harus dari suku Quraisy, namun harus dipilih oleh kaum muslimin dengan cara bai’at. Sekte Syi’ah Sekte Khawarij Sekte Ahlussunnah
  • 4. Sejarah Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Definisi Background Sekte Syi’ah artinya pengikut, pendukung, partai, kelompok. Syiah merujuk kepada sebagian muslimin yang dalam dimensi spiritual keagamaan dan juga politik membela keturunan Nabi SAW dari garis keturunan Fatimah dan Ali atau yang dikenal dengan istilah ahl al-bayt. Lahirnya Syi'ah karena berawal dari ketidaksetujuan atas kekhalifahan Abu Bakar dan berpendirian bahwa yang berhak menjadi khalifah adalah Ali. من كنت مولاه فعلي مولاه Syi'ah lahir setelah gagalnya perundingan antara pihak pasukan Ali dan Mu'awiyah bin Abu Sufyan di Shiffin, yang lazim disebut sebagai peristiwa al–Tahkim/arbitase. Syi'ah terpecah menjadi puluhan cabang atau sekte, hal ini disebabkan karena cara pandang yang berbeda dikalangan mereka mengenai sifat imam ma'shum atau tidak dan perbedaan didalam menentukan pengganti imam. Terdapat 3 sekte besar dan berpengaruh dalam mazhab Syi'ah hingga kini: Zaidiyyah, Ismailiyyah (Sa’iyyah), dan Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah).
  • 5. Imam-imam Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] 1. Ali bin Abi Thalib (wafat tahun 40 H) 2. Hasan bin Ali b Abi Thalib (wafat: 50 H) 3. Husein bin Ali b Abi Thalib (wafat: 61 H) 4. Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib (wafat tahun 94 H) 5. Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali (wafat: 117 H) 6. Ja’far Shaddiq bin Muhammad al Baqir (wafat tahun 148 H) 7. Musa al Kazhim bin Ja’far Shaddiq (wafat tahun 183 H) 8. Ali Redha bin Musa al Kazhim bin Ja’far Shaddiq (wafat tahun 202 H) 9. Muhammad al Jawwad bin Ali Redha bin Musa bin Ja’far Shaddiq (wafat: 220 H) 10. Ali bin Muhammad bin Ali Redha bin Musa bin Ja’far Shaddiq (wafat: 254 H) 11. Hasan bin Ali bin Muhammad al Asykari (wafat tahun 260 H) 12. Muhammad bin Hasan al Mahdi (menghilang lenyap sejak 260 H) Imam yang ke-12 ini dipercayai dan diyakini oleh kaum Syiah sebagai Imam Mahdi (di Indonesia faham ini bernama Ratu Adil) yang akan kembali pada akhir zaman untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dimuka bumi. Ia dipercayai belum wafat tetapi bersembunyi dirumahnya di kota Samara’ (Iraq) sejak kematian ayahnya, karena ketika itu ia masih dibawah umur.
  • 6. Doktrin Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Syi'ah memiliki doktrin penting, terutama berkaitan dengan masalah Imamah: 1.  Ahlulbait (Ahl al-Bayt).  Secara harfiah ahlulbait berarti keluarga atau kerabat dekat. Ada 3 pengertian ahlulbait; Pertama, mencakup istri-istri Nabi dan seluruh bani Hasyim; Kedua, hanya bani Hasyim; dan Ketiga, hanya terbatas pada Nabi sendiri, Ali, Fatimah, Hasan, Husein, dan Imam-imam dari keturunan Ali bin Abi Thalib. Dalam ajaran Syi'ah bentuk yang terakhirlah yang lebih popular. 2.  Al-Bada.  Dari segi bahasa bada berarti tampak. Doktrin al-bada adalah keyakinan bahwa Allah SWT mampu mengubah sesuatu peraturan atau keputusan yang telah ditetapkan-Nya dengan peraturan atau keputusan baru. Menurut Syi'ah, perubahan keputusan Allah SWT itu bukan karena Allah baru mengetahui sebuah maslahat, yang sebelumnya tidak diketahui-Nya. 3.  ’ Asyura.   Berasal dari kata ‘asyarah, yang artinya sepuluh.  Maksudnya adalah hari kesepuluh dalam bulan Muharram yang diperingati kaum Syi'ah sebagai hari berkabung umum untuk memperingati wafatnya Imam Husein bin Ali dan keluarganya di tangan Yazid bin Muawiyyah pada tahun 61 H di Karbala Irak.  4. Mahdawiyyah. Mahdawiyyah berasal dari kata Mahdi, yang berarti keyakinan akan datangnya seorang juru selamat pada akhir zaman yang menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini.  Juru selamat ini disebut Imam Mahdi.
  • 7. Doktrin Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] 5. Taqiyah (dissimulation). Taqiyah berasal dari kata taqiya atau ittaqa yang artinya takut. Taqiyah adalah sikap berhati-hati demi menjaga keselamatan jiwa karena khawatir akan bahaya yang dapat menimpa dirinya. Dalam kehati-hatian ini terkandung sikap penyembunyian identitas dan ketidakterusterangan. 6.  Marja’iyyah (sering disebut Marja’ Taqlid). Marja’ artinya tempat kembalinya sesuatu, Marja’ taqlid berarti “sumber rujukan”. Menurut Syi'ah Imamiyah, selama keghaiban Imam Mahdi, kepemimpinan umat terletak pada pundak para fukaha, baik dalam persoalan keagamaan maupun dalam urusan kemasyarakatan. Para fuqaha-lah yang seharusnya menjadi pucuk pimpinan masyarakat termasuk dalam persoalan kenegaraan atau politik.  Doktrin marja’iyyah ini erat kaitannya dengan konsep wilayatul faqih (pemerintahan faqih). 7. Imamah (kepemimpinan). Imamah adalah keyakinan bahwa setelah Nabi Muhammad SAW wafat harus ada pemimpin-pemimpin Islam yang melanjutkan misi atau risalah Nabi. Dalam Syi'ah kepemimpinan ini mencakup persoalan keagamaan dan kemasyarakatan. Imam bagi mereka adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin masyarakat. Doktrin lain seperti, Ismah (menjaga), Raj’ah (pulang/ kembali), Tawassul (memohon), dan Tawali (mengangkat) atau Tabarri (menjauhkan diri) termasuk dalam doktrin-doktrin yang dianut oleh kaum Syi'ah.
  • 8. Corak Fiqh Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] A l-Quran (nash ) mempunyai dua arti lahir dan batin, yang mengetahui keduanya hanya Allah, Rasulullah dan Imam. Para Imam mengetahui makna batin Quran, karena para imam tsb dianggap ma’shum oleh mereka dan diberikan ilmu yang setaraf dengan kenabian, masyarakat umum hanya mengetahui zahir-nya saja. Hadis Nabi yang dipandang shahih oleh syi’ah hanyalah hadis-hadis yang diriwayatkan dengan jalur sanad para imam mereka. Selain daripada itu, mereka menolak hadis yang diriwayatkan kalangan ahlu sunnah, walaupun derajat keshahihannya tinggi. Begitu pula dalam masalah furu’ dan ushul mereka akan menerima jika disetujui oleh imam Syi’ah. Dalam azan: Ada tambahan kalimat Asyhadu anna ‘Aliyyan Waliyullah. Kemudian setelah hayya ‘alal falah ditambah satu kalimat lagi: hayya ‘ala khairil ‘amal. Waktu shalat hanya tiga, Dzuhur dan Ashar (duluqi syamsi), Maghrib dan Isya’ (ghasaqillail) dan Subuh (Qur’anal fajr). Mereka sering menjama’ shalat. Dalam sujud tidak menggunakan alas tempat sujud yag dibuat tangan. Biasanya mereka memakai tanah atau batu dari Karbala. Syi’ah Zaidiyyah mempunyai pemahaman tidak jauh berbeda dengan ahlu sunnah. Contoh, kitab Nailul Authar karya al-Syaukani yang juga menjadi referensi sunni.
  • 9. Corak Fiqh Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] M embolehkan nikah Mut’ah, dengan dalil firman Allah, “Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna). Orang Syi’ah mengharamkan seorag musim menikahi wanita ahli Kitab berdasarkan firman Allah yang artinya, “Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) wanita-wanita yang kafir”. Mayoritas orang Syi’ah menolak qiyas, karena ia berupa pendapat pribadi, dan agama tidak dikaji dengan pendapat pribdi, namun diambil dari Allah dan Rasul-Nya serta para imam yang ma’shum (terjaga).
  • 10. Pemikiran Syi’ah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Pangkat khalifah pengganti Nabi adalah harus diwarisi oleh ahli waris Nabi dan ditunjuk oleh Nabi sendiri dengan wasiat yaitu Ali bin Abi Thalib karena ia sepupu Nabi (anak paman Rasulullah SAW), ia juga menantu Nabi dan pahlawan Islam yang berani. Khalifah dalam Syiah disebut IMAM yang merupakan pangkat tertinggi dalam Islam Syiah. Imam utama ditunjuk oleh Nabi dan Imam-imam lainnya ditunjuk oleh Imam utama tadi. Orang-orang memilih khalifah (pemimpin) dengan musyawarah dianggap melakukan perbuatan dosa besar. Imam Syiah adalah orang yang maksum, artinya tidak pernah membuat dosa dan tidak boleh diganggu gugat dan dikritik segala ajarannya karena imam adalah pengganti Nabi yang sama derajat kedudukannya dengan Nabi. Imam masih mendapat wahyu dari Tuhan walaupun wahyu itu datang tidak dengan perantaraan Malaikat Jibril. Wahyu yang dibawa dan disampaikan oleh imam wajib ditaati. Orang-orang Syiah yang sudah sampai kederajat keimanan yang sangat tinggi, maka baginya sudah habis taklif (ibadah) sehingga tidak perlu sembahyang, puasa dan lain-lain.
  • 11. KHAWARIJ http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Definisi Nama Lain Sekte-sekte Khawarij: Muhakkimah, Azariqah, Najdah, Ajaridah Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar. Kata ini dipergunakan oleh kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r.a. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim (arbitrase) dari kelompok Mu’awiyyah yang dikomandoi oleh Amr ibn Ash dalam Perang Shiffin (37H/657). Jadi, nama khawarij bukanlah berasal dari kelompok ini. Mereka sendiri lebih suka menamakan diri dengan Syurah atau para penjual, yaitu orang-orang yang menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah, sesuai firman Allah (Al-Baqarah:207). Selain itu, ada istilah lain seperti Haruriah , yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah, yaitu Harura, dan Muhakkimah , karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat “la hukma illa lillah” (tidak ada hukum selain hukum Allah), atau “la hakama illa Allah” (tidak ada pengantara selain Allah).
  • 12. Pemikiran Fiqh Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Amal Ibadah Hukuman Hudud Nikah Ghanimah Wasiat Radha’ah Thaharah S halat, puasa, zakat dsb termasuk dalam rukun iman, sehingga iman tidak hanya cukup dengan tashdiq dan iqrar di lisan saja. Zina c ukup dicambuk 100 kali sesuai dengan ayat al-Quran الزانية والزاني فاجلدوا كل واحد منهما مائة جلدة , Mereka menolak hukum rajam, menggugurkan hukuman qazaf, wajib potong tangan bagi pencuri sedikit atau banyak tanpa batasan nishab harta yg dicuri. Kata بناتكم dalam al-Nisa’: 23 حرمت عليكم أمهاتكم وبناتكم diartikan cukup anak perempuan, jadi cucu boleh dinikahi oleh kakeknya. Selain kelompok Khawarij adalah kafir,dan kafir haram dinikahi. Yang disebut Ghanimah adalah senjata, kuda dan perlengkapan perang lainnya, selain itu bukanlah ghanimah. La washiyyata li warisin tak berlaku. Ahli waris boleh dpt wasiat. Radha’ah tidak menghalangi perkawinan, sehingga saudara satu susu boleh dinikahi. Thaharah adalah suci lahir dan batin. Konsekuensinya, jika ketika akan shalat atau dalam shalat berpikir sesuatu yang kotor dan membuat batin kotor, maka shalat itu batal.
  • 13. Sejarah Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, terjadi perang saudara terbesar dalam Islam antara umat mukmin pimpinan Khalifah Ali melawan kelompok Mu’awiyah bin Abi Sofyan yang sangat terkenal dengan nama Perang Shiffin, yaitu suatu tempat bernama Shiffin (Irak). Dipihak Ali terbunuh lebih 25.000 orang, sedangkan dipihak Mu’awiyah terkorban lebih dari 45.000 orang. Perang ini berlangsung pada tahun 37 Hijriah. Dalam kekacauan perang, tentara Mu’awiyah menjalankan siasat “cease fire” (gencatan senjata) dengan meletakkan potongan ayat-ayat suci Al Quran diatas tombak dan pedang mereka. Kemudian diacung-acungkan sebagai bendera agar berdamai dan berhukum sesuai hukum dalam Al Quran. Pada awalnya Ali bin Abi Thalib menolak ajakan damai ini karena beliau tahu bahwa ini hanyalah siasat perang dari pasukan yang hampir kalah. Tetapi sebagian besar tentara pasukannya mendesak Ali agar berhukum kepada Al Quran. Sehingga Ali pun menyetujui gencatan senjata ini, dan kedua khalifah yaitu Ali di Baghdad dan Mu’awiyah di Damaskus menyusun delegasi perundingan damai. Pihak Ali diwakili Abu Musa Al Asy’ari (sahabat Nabi SAW, ia seorang yang jujur lagi shaleh) dan pihak Mu’awiyah diwakili ‘Amru bin ‘Ash (juga termasuk sahabat Nabi SAW, ia seorang ahli siasat perang yang sangat pandai). Perundingan ini dinamakan “Majlis Tahkim” berlangsung di Daumatul Jandal (Irak) dengan setiap pihak mengirim anggota delegasi sebanyak 100 orang.
  • 14. Sejarah Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Ditengah kebingungan umat menentukan siapa yang salah dan benar karena perang saudara sesama mukmin ini, muncul sebagian pasukan dari tentara Ali yang tidak menyukai berhukum kepada Al Quran dan menganggap ucapan pasukan Mu’awiyah hanyalah siasat busuk. Mereka berbalik membenci Ali karena menyetujui “Tahkim” yang mereka anggap sebagai tindakan pengecut dan ragu-ragu atas kebenaran pendirian. Mereka dipimpin Abdullah bin Wahab ar Rasyidi. Dalam Majlis Tahkim, dengan kepintaran politiknya, ‘Amru bin ‘Ash memenangkan Mu’awiyah. Karena merasa kalah tertipu bertambahlah kemarahan pendukung Ali dan perangpun kembali terjadi. Mereka menyerukan “khawarij” (keluar) dengan keluar dari pasukan dan tidak akan mendukung Khalifah Ali dan mengutuk Khalifah Mu’awiyah. Dengan kebencian yang teramat besar kemudian Kaum Khawarij merencanakan membunuh keduanya termasuk ‘Amru bin ‘Ash. Rencana pembunuhan secara serentak pada waktu subuh 17 Ramadhan 40 H terhadap Ali yang berada di Baghdad (Irak) akan dilakukan Abdullah bin Muljam, Mu’awiyah yang berada di Damaskus (Syiria) oleh Al Barak, dan pembunuhan ‘Amru bin Ash yang berada di Cairo (Mesir) oleh Umar bin Bakir. Akhirnya Khalifah Ali mati dibunuh ditikam dengan pedang ketika beliau hendak shalat subuh. Sedangkan Mu’awiyah dan ‘Amru gagal dibunuh. Khalifah Ali bin Abi Thalib dimakamkan di Najaf, Baghdad (Irak).
  • 15. Sejarah Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Setelah kematiannya maka Kaum Syiah dan sebagian Kaum AhlusSunnah mengangkat Hasan bin Ali sebagai Khalifah ke-5. Tetapi Hasan hanya bersedia menjadi Khalifah selama 2 bulan, beliau ingin menjaga jangan sampai lagi pertumpahan darah umat Islam oleh perang saudara. Hasan kemudian menyerahkan kursi (bai’at) Khalifah kepada Mu’awiyah bin Abi Sofyan. Setelah itu terbentuklah kembali 3 golongan besar dari Umat Islam yaitu : (1) Golongan terbesar, golongan yang mengikuti dan membai’at Muawiyah sebagai Khalifah ke-6 yang sah. Golongan ini tersebar di Damsyik (Syiria), Makkah, Madinah, Mesir dan kota-kota besar Islam lainnya. (2) Golongan Syi’ah, yang tidak mengakui Mu’awiyah. Mereka mengangkat Husein bin Ali (adik dari Hasan bin Ali) tetapi secara diam-diam. Golongan ini berada di Baghdad (irak), Bashrah (Irak) dan Kufah (Iran) (3) Golongan Khawarij, yaitu golongan yang tidak akan mengakui Mu’awiyah sebagai Khalifah dan juga tidak menyukai Kaum Syi’ah. Kaum Khawarij banyak bertebaran di tanah Irak dan Persia (Iran).
  • 16. Penilaian Terhadap Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Bid’ah Khawarij Sifat-sifat Khawarij Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al‑Fatawa, “Bid’ah yang pertama muncul dalam Islam adalah bid’ah Khawarij.” إبن تيمية : أول بدعة ظهورا في الإسلام بدعة الخوارج Mencela dan Menyesatkan ( الطعن والتضليل ) Orang‑orang Khawarij sangat mudah mencela dan menganggap sesat Muslim lain, bahkan Rasul saw. sendiri dianggap tidak adil dalam pembagian ghanimah. Buruk Sangka ( سوء الظن ) Berlebih‑lebihan dalam ibadah ( المبالغة في العبادة ) Keras terhadap sesama Muslim dan memudahkan yang lainnya ( التشدد على المسلمين والترخص على غيرهم ) Sedikit pengalamannya ( قلة التجربة ) Sedikit pemahamannya ( قلة الفقه ) Nilai Khawarij Orang‑orang Khawarij keluar dari Islam sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw., “Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.”
  • 17. Pemikiran Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Menganggap kafir orang-orang yang berseberangan dengan mereka, terutama yang terlibat dalam Perang Shiffin. Karenanya, tidak ada istilah damai untuk penentang Khawarij, mengingat yang dimaksud ishlah dalam QS. Al-Hujurat: 9 adalah sesama orang Islam, tidak dengan orang kafir. Orang Islam yang berbuat dosa besar, seperti berzina dan pembunuh adalah kafir dan selamanya masuk neraka. Hak khilafah tidak harus dari kerabat nabi atau suku Quraisy khususnya, dan orang Arab umumnya. Seorang khalifah harus dipilih oleh kaum Muslimin melalui pemilihan yang bebas. Khalifah yang taat kepada Tuhan wajib ditaati. Sebaliknya, khalifah yang mengingkari Tuhan dan umat yang durhaka kepada khilafah yang wajib ditaati, boleh diperangi dan dibunuh. Orang musyrik adalah yang melakukan dosa besar, tidak sepaham dengan mereka, atau orang yang sepaham tetapi tidak ikut hijrah dan berperang bersama mereka. Orang musyrik itu halal darahnya. Nasib mereka bersama anak-anaknya akan kekal di neraka. Mereka menganggap bahwa hanya daerahnya yang disebut dar al-Islam , dan daerah orang yang melawan mereka adalah dar al-harb. Karenanya, orang yang tinggal dalam wilayah dar al-harb , baik anak maupun wanita, boleh dibunuh.
  • 18. Pemikiran Khawarij http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Ajaran agama yang harus diketahui hanya ada dua, yakni mengetahui Allah dan rasul-Nya. Selain dua hal itu tidak wajib diketahui. Melakukan taqiyyah (menyembungikan keyakinan demi keselamatan diri), baik secara lisan maupun perbuatan adalah dibolehkan bila keselamatan diri mereka terancam. Dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus akan berubah menjadi dosa besar dan pelakunya menjadi musyrik. Imam dan khilafah bukanlah suatu keniscayaan. Tanpa imam dan khilafah, kaum muslimin bisa hidup dalam kebenaran dengan cara saling menasihati dalam hal kebenaran. Khawarij hanya mengakui al-Quran sebagai satu-satunya sumber tasyri’, sehingga mereka tak mengakui adanya sunnah, ijma’ atau yang lainnya. Sehingga mereka selalu menentang dan tidak sependapat ketika salah satu paham berbeda dengan al-Quran.
  • 19. AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Sering disebut juga dengan Jumhur Kaum Muslimin , yaitu orang-orang yang bersikap abstain (apolitis) dan tidak ikut-ikutan terjun kedalam pergolakan politik saat itu. Mereka tidak mau bergabung dengan pasukan Ali dan para lawan politiknya. Kelompok ini menempuh jalur ilmu yang benar dan manhaj yang lurus serta kajian yang tepat dalam memahami agama Allah, memahami secara teliti ajaran syari’at berdasarkan penjelasan al-Quran dan sunnah serta riwayat-riwayat dari para sahabat, serta menghindari pengaruh fitnah yang terjadi diantara sahabat di akhir Khalifah Ali. Metode yang dipakai dalam meng-istinbath hukum syari’at di kalangan Ahlussunnah telah melahirkn dua aliran: Kelompok yang berpegang pada zhahir nash saja, pengikut aliran ini dinamakan ahli hadis (kaum literalis). Berpusat di Madinah. Aliran yang mencari ‘illat-illat hukum dan hikmahnya dari nash-nash al-Quran dan sunnah, kelompok ini dinamakan ahli ra’yi (kaum rasionalis). Berpusat di Kufah.
  • 20. Kreativitas Fiqh Masa Bani Umayyah http://marhamahsaleh.wordpress.com/ [email_address] Meningkatnya aktifitas fiqh zaman Bani Umayyah disebabkan oleh beberapa faktor: Menyebarnya para sahabat ke seluruh pelosok wilayah. Meluasnya periwayatan hadis. Para hamba sahaya (maula) mulai menggeluti fiqh dan ilmu syari’at. Sehingga mulai muncul ulama dari kalangan mawali. Munculnya beberapa aliran fiqh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar